INILAH.COM, Yaroslavl –
Kurang lebih sebanyak 300
sampai 400 orang Rusia terjun
dalam perang saudara Suriah
sebagai tentara bayaran, ujar
seorang pejabat senior Dinas
Keamanan Federal (FSB) Rusia
kepada para wartawan, Jumat
(20/9).
Jika mereka kembali ke Rusia, mereka bakal
dalam“bahaya besar” menghadapi FSB, kata
deputi direktur I FSB Sergei Smirnov usai
rapat dengan departemen anti-terorisme
Shanghai Corporation Organization di
Yaroslavl, 20 km utara Moskow.
Merekrut tentara bayaran adalah praktik
lumrah, kata Smirnov, dan mencegah
aktivitas seperti ini tidak disebut dalam
hukum Rusia.”Kita masih perlu
membahasnya,” tambahnya, seperti ditulis
RIA Novosti, Jumat (20/9).
Smirnov memperkirakan jumlah rekrutan
tentara bayaran lebih besar dari angka yang
disebut kepala FSB Alexander Bortnikov, yang
mengklaim sekitar 200 tentara bayaran dari
Rusia, Eropa dan Asia Tengah yang terjun
pada perang saudara itu.
Smirnov bilang pada Jumat kemarin
pertemuan dewan komisaris SCO tidak secara
langsung membahasa masalah tentara
bayaran, tetapi para pejabat Rusia
membicarakannya dengan para perwakilan
negara-negara anggota SCO lainnya.
SCO, sebuah oragansisasi kerja sama politik,
ekonomi dan milter Euroasia didirikan di
Shanghai, China, pada tahun 2001, dengan
anggota China, Rusia dan negara-negara Asia
Tengah seperti Kazakhstan, Kyrgyzstan,
Tajikistan serta Uzbekistan.
Tahun lalu, pemerintah Suriah
mempresentasikan di hadapan Dewan
Kemanan PBB daftar ratusan orang asing
yang terbunuh dalam perang dengan tentara
pemerintah di Suriah. Dalam daftar itu ada
tentara bayaran dari negara-negara Arab,
Eropa, dan kawasan Kausus Utara yang
masuk bagian dari Rusia, termasuk Chechnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar